PENYULUHAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA CHOKING (TERSEDAK) PROGRAM STUDI NERS DI SMK KESEHATAN HAFSYAH

Medan, 28 November 2019

Mahasiswa Program Studi Ners Universitas Sari Mutiara Indonesia melakukan pengabdian masyarakat di SMK Kesehatan Hafsyah Medan Tembung dengan melakukan penyuluhan tentang pertolongan pertama pada korban choking (tersedak). Tersedak merupakan keadaan gawat napas yang masih sering dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Menurut data, angka kematian yang disebabkan oleh obstruksi jalan napas khususnya tersedak masih tinggi di kalang bayi. Penyebab bayi tersedak adalah posisi menyusui yang salah dan terlalu banyak susu yang masuk ke dalam mulut bayi yang tidak seimbang dengan kemampuan bayi menyedotnya, sehingga membuat bayi kesulitan bernapas, dan menghalangi keluar masuknya udara, sehingga pada saat inspirasi, laring terbuka dan minuman atau benda asing masuk kedalam laring, kemudian benda asing itu terjepit di sfingter laring. Pada anak-anak, penyebab tersedak adalah tidak dikunyahnya makanan dengan sempurna dan makan terlalu banyak pada satu waktu. Selain itu, anak-anak juga sering memasukkan benda-benda padat kecil ke dalam mulutnya, begitu juga pada orang dewasa penyebab tersedak adalah tidak dikunyahnya makanan dengan sempurna serta ma -kan sambil berbicara dan tertawa. Bahaya dari tersedak bila tidak tahu tanda-tanda dari tersedak dan tidak dengan segera dilakukan penanganan dini dapat menyebabkan kesulitan bernapas, kebiruan dan hilang kesadaran. Oleh karena itu, mahasiswa/i sari mutiara melakukan penyuluhan kepada siswa/i agar dapat memahami bagaimana pertolongan pertama pada korban choking(tersedak). Dalam kegiatan ini siswa/i berjumlah 17 orang yang didampingi oleh Guru SMK kesehatan Hafsyah Medan.

Kegiatan yang dilakukan adalah pengaplikasian tentang pertolongan pertama tersedak seperti Tepukan dipunggung (back blow), Manuver Hentakan pada Perut (abdominal thrust)/Manuver Heimlich, Manuver hentakan pada Dada(chest thrust), karena mereka baru mengetahuinya. Sehingga menambah wawasan bagi siswi dan berkat penyuluhan yang dilakukan juga menambah wawasan siswi untuk melakukan pertolongan pertama pada orang yang tersedak, karna sebelumnya mereka belum pernah mendapat kan materi seperti itu. Siswa/i SMK Kesehatan Hafsyah Medan Tembung sangat antusias dengan adanya pelatihan pertolongan pertama pada korban choking(tersedak), waktu pelaksanaan pertolongan pertama pada korban choking selama 1 jam dengan memberikan evaluasi kepada siswa/i tentang pertolongan pertama pada korban choking(tersedak), peserta juga memberikan banyak pertanyaan bagaimana hal – hal apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan pertolongan pertama pada korban yang mengalami choking(tersedak).

Kegiatan ini juga merupakan realisasi dari praktik Lapangan mata kuliah Keperawatan Kritis yang di inisiasi oleh dosen pengampu mata kuliah yaitu : Ns. Johansen Hutajulu, AP, S.Kep, M.Kep, Ns. Agnes Silvina Marbun, S.Kep, M.Kep, Ns. Amila, S.Kep, M.Kep, Sp.KepMB dan Ns. Janno Sinaga, S.Kep, M.Kep, Sp.KMB

 

Redaksi

Ns. Johansen Hutajulu, AP, S.Kep, M.Kep

Bagikan ke Sosial Media

Tags: